Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 17

Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 17by adminon.Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 17The Bastian’s Holiday – Part 17 Melly memang sangat cantik, aku akui itu. Diumurnya yang belia wajahnya sudah begitu matang. Ia mendapat wajah cantik itu dari Mamanya yang berdarah Tionghoa – Semarang. Sedangkan hidung mancungnya ia peroleh dari garis ayahnya yang berdarah Tionghoa-Kalimantan-Jerman. Kini Matanya yang sedari tadi ia pejamkan begitu rapat mulai perlahan ia […]

tumblr_nrt95zAlKg1uycoqxo2_1280 tumblr_nrt95zAlKg1uycoqxo1_1280 tumblr_nqnrz4eP9E1u0zpsgo6_1280The Bastian’s Holiday – Part 17

Melly memang sangat cantik, aku akui itu. Diumurnya yang belia wajahnya sudah begitu matang. Ia mendapat wajah cantik itu dari Mamanya yang berdarah Tionghoa – Semarang. Sedangkan hidung mancungnya ia peroleh dari garis ayahnya yang berdarah Tionghoa-Kalimantan-Jerman. Kini Matanya yang sedari tadi ia pejamkan begitu rapat mulai perlahan ia buka. Ia menatapku begitu tajamnya. Kemudian ia tersenyum.

“Kaaakk.” Sahutnya dengan nada lirih dan begitu menggoda.

“Iya De…” Jawabku.

“Udah gak sakit lagii. Malah sekarang jadi enak kaak, Meki Melly jadi kerasa geli tapi enaak kaaak” Lanjutnya.

“Jadi ini yah Kak rasanya.”

“Jadi sekarang udah gak sakit lagi?” Tanyaku.

“Iya kaaak.”

Akupun tersenyum.

“Kalau gitu, Melly tahan yah, Kakak bakalin kasih tunjuk kamu sesuatu.” Lanjutku.

Ia hanya berdiam diri tanpa menanggapi pernyataanku. Lalu kuregangkan lagi kedua kakinya yang jenjang. Kemudian aku kembali memompa pinggulku secara perlahan namun pasti. Kubungkukan tubuhku menghadap tubuhnya. Kuraih Tangan Melly dengan jari – jarinya yang lentik. Lalu kuletakan tanganya diatas payudaranya yang belum tumbuh itu. Perlahan aku tuntun ia untuk meremas payudaranya sendiri.

Kemudian dengan satu tanganya ia meremas sendiri Payudaranya. Sedangkan lenagn lainya ia lingkarkan dipunggungku. Kubelai lembut rambutnya. Kutatap ia dan kuberikan senyum. Ia terus saja merintih menikmati kenikmatan yang telah aku berikan.

“Achhhhh”
“Sttttt….”
“Hhhhhhhhh”

Walau tadi tubuh bugilnya tidak mampu membuatku terangsang namun kuakui. Dinding Vaginanya begitu rapat, begitu sempit. Jujur penisku juga terasa nyilu dihimpit oleh Vagina dari gadis yang baru saja kurenggut keperawanannya. Sensasi ini membuatku tidak bisa berlama lama. Karena aku rasakan aku hampir sampai. Namun beberapa menit sebelum aku merasakan puncaku. Melly yang terlebih dahulu merasakannya.

Tubuhnya mengejang dan keluar desahan panjang dari mulutnya. Ia memeluku, merangkulku. Akhirnya aku memutuskan mencabut batang penisku, karena nampaknya Vagina Melly sudah semakin memerah. Aku tak mau lebih jauh membuat bibir Vaginanya semakin bengkak.

“Udaahan yah dee…”Tanyaku.

“Iya Kaaaak,”
” enaak kaaak, enaak banget, tadi Melly ngerasa kaya pipis, tapi beda enaak bangeeet kaaaak” racaunya dengan nafasnya yang begitu terpingkal.

“Kaaak, Melly boleh megan Tititnya kakak gak?” Tanya dia sedikit manja.

“Huuuhhh… Iya iya boleh sebentar.”
Jawabku sambil melepas kondom dari Penisku.

Aku memang belum sempat mendapat Orgasme. Tak apalah aku bisa menuntaskannya sendiri. Karena tadi aku merasa cukup memberikan Melly sesuatu yang baru baginya. Aku tak mau mengeluarkannya didalam Vaginanya tadi, karena aku tak mau berakibat buruk baginya. Karena yang aku tahu, wanita manapun yang merasakan sensasi kehangatan dari semburan Sperma seorang laki laki, akan membuat wanita tersebut menjadi ketagihan untuk merasakannya lagi. Makanya aku tadi memutuskan langsung mencabut penisku begitu Melly mendapat Orgasmenya.

Setelah aku melepas Kondom yang kupakai, Aku duduk dipinggir kasur. Lalu Melly yang nampak energinya sudah pulih lagi ikut duduk disampingku. Ia mengatakan begitu penasaran dengan Penisku. Ia sangat ingin menyentuhnya. Lalu aku biarkan saja Ia menyentuh penisku sampai ia puas. Tapi aku tak sedikitpun berharap ia akan mengocok penisku apalagi mengulumnya. Aku tak mau memperkenalkan Melly kepada hal itu. Biarlah suatu hari ia mengenalnya dengan seseorang yang tepat dikemudian hari.

“Keras yaaah Kaaak”

“Yaaah iyaa laah, kalau tadi kan memang belum berdiri jadi kelihatan kecil. Udah puas meganganya udah gak penasaran kan.” Sahutku.

“Iyaa kaaak” jawab dia sambil melepas tanganya dari penisku.

“Yah udah kamu bersihin Memek kamu gih dikamar mandi, terus cepetan kamu pake baju lagi, nanti Mba Melanie mikir yang enggak enggak kan gawat” Pintaku.

Mellypun melakukan permintaanku. Ia memunguti Kaos dan baju dalamnya lalu ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu aku juga memunguti bekas kondom yang aku gunakan dan membuangnya ketempat sampah. Kutari Sprei kasurku yang terdapat noda darah keperawanan Melly. Aku pisahkan di sudut kamarku untuk kubersihkan nanti.

Kupakai Kaos dan celanaku namun penisku masih tegang. akhirnya aku putuskan untuk onani saja. Kuambil Tisu dan kuletakan diatas meja belajarku. Setelah itu aku buka Foto – Foto Tante Ocha dan Mba Icha. Sungguh Indah, nafasku kembali berburu ketika aku mulai mengocok dengan cepat penisku. Tak lama akupun Orgasme. Langsung kubersihkan sisa sisa Spermaku dengan Tisu.

Beberapa menit setelahnya Mellypun keluar dari kamar mandi ia tersenyum kepadaku seolah sebagai ucapan terimakasih darinya. aku mengajaknya keluar karena hari suda sudah semakin sore. Aku dan Melly berjalan keluar kamarku. Aku mengantarnya pulang kerumah. Sambil membawa buku dan Kertas tugasnya, kulihat Melly agak kesusaha dalam berjalan. Ia sedikit meninggikan pantatnya yang tepos. Aku tak tahu ia merasakan apa. Tapi aku yakin masih ada sedikit nyilu yang ia rasakan namun ia tak mau mengatakanya.

Didepan rumah, Mba Melani dan Bryan sedang asik bermain. Kami menghampiri mereka aku sebisa mungkin berlaku seolah tak terjadi apa apa dengan anaknya. Aku sempat berbincang seadanya dengan Mba Melanie.

“Gimana udah selesai tugasnya?” Tanya Mba Melanie kepada Melly.

“Udaah mah, untung ada Kak Bastian kalau gak gak tahu deh bakal selesai apa, soalnya tugasnya susah sih Maaah..” Jawab Melly.

“Iya Mba, nah wong pas aku lihat tugasnya dia tuh kaya bukan tugas buat anak SMP. Kayaknya gurunya ngawur deh pas ngasih tugas. Untung aku masih nyimpen materi yang sama ya jadi bisa sedikit ngebantu dehh.” Sambungku.

“Ya Makasih loh Bas si Melly udah dibantuin. Kamu udah bilang makasih belum sama Kak Bastian?” Tanya Mba Melanie lagi.

“Oh iya Maah aku lupa,… Makasih Yah Kak tadi udah di Bantuiiiinn….”Kata Melly dengan nada sedikit nakal khas anak abg.

Aku yakin itu bukan ucapan terimakasih karena aku telah membantu mengerjakan tugasnya. Namun Ucapan itu memiliki arti yang lain. Aku hanya tersenyum membalas ucapan terima kasihnya. Lalu Mba Melanie dan kedua anaknya masuk kedalam rumah. Sebelum masuk, Melly sempat memberi senyuman kepadaku.

Setelah meraka masuk dan pintu tertutup, aku juga kembali masuk kedalam rumah. Kuhelakan nafas karena semua hal ini telah berakhir.

Hufftt.

Tetapi didalam hatiku ini ada sesuatu yang sedikit mengganjal.

Tiba tiba saja aku merasa bahwa diriku ini adalah laki laki Brengsek.

Entah kenapa aku tiba – tiba menyesal telah merenggut keperawanan milik Melly.

Maaf Mba Melanie, aku gak bermaksud merusak masa depan anakmu.

Author: 

Related Posts